Tak Pakai Masker di Banyumas Kena Denda Rp 20 Ribu

Ilustrasi (Foto : Istimewa)
ads

FOKUSPARLEMEN.ID, BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas mewajibkan warganya menggunakan masker. Hal itu sesuai dengan seruan pemerintah pusat yang juga mengacu pada rekomendasi WHO. Bupati Banyumas Achmad Husein menuliskan kewajiban warganya menggunakan masker itu dalam Surat Keputusan Nomor 440/212/Tahun 2020 tentang Peran Serta Aktif Setiap Orang dalam Penanggulangan Penyebarluasan Corona.

Dalam surat keputusan itu, setiap orang diwajibkan mengenakan masker, baik itu di dalam ruangan (rumah, kantor, gedung), maupun di luar ruangan (rumah, kantor, gedung).  Adapun masa percobaannya selama sepekan sejak SK itu diteken. SK itu diteken pada 31 Maret 2020.

Dalam aturan itu, disebut bagi orang yang tidak menggunakan masker akan dikenakan sanksi. Namun, beleid itu tidak mengatur sanksi apa yang akan diberikan.
“Iya, tidak serta merta. Kita edukasi dulu, kita bagikan masker gratis dulu, dan ada masa percobaannya juga,” ujar Husein melalui whatsapp kepada wartawan, Senin (6/4). Husein mengusulkan sanksinya adalah denda sebesar Rp 20 ribu bagi orang yang ketahuan tidak menggunakan masker.  “Saya cenderung denda. Besaran dendanya sudah diputuskan bersama Ketua DPRD dan Forkopimda, sebesar 20 ribu rupiah,” ujar Husein. Pemberlakukan aturan tersebut, menurut Husein, akan dilaksanakan usai sosialisasi SK dan satu juta masker dari pemkab terdistribusi. Sedangkan hasil denda tersebut akan masuk ke daerah, dan digunakan untuk membeli sarana penanggulangan corona, seperti hand sanitizer, masker dan sebagainya.
“Minggu ini kita uji coba dengan sanksi diambil KTP-nya,” kata Husein.
“Pemkab sediakan masker untuk seluruh warga. Masker untuk tahap pertama, satu juta masker,” ungkap Husein. 
Hingga saat ini, ada 6 orang positif corona di Kabupaten Banyumas. Dari enam orang itu, dua di antaranya meninggal dunia; dua orang sembuh; dan dua pasien masih dalam perawatan.
Sementara itu, jumlah ODP di Banyumas mencapai 1.478 orang dan ada 59 orang pasien dalam pengawasan (PDP). (*/Kumparan)
ads
ads

You may like

ads
In the news
Load More
ads