Muslim DPRA: Masyarakat Tidak Butuh Jam Malam Tapi Minta Akses Keluar Masuk Aceh Ditutup

Muslim DPRA: Masyarakat Tidak Butuh Jam Malam Tapi Minta Akses Keluar Masuk Aceh Ditutup

 

FOKUSPARLEMEN.ID, BANDA ACEH – Seperti yang kita ketahui bersama bahwa di Provinsi Aceh telah berlaku isi Maklumat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang berkaitan dengan penerapan jam malam melalui pembatasan aktivitas malam hari mulai pukul (20:30 s/d 05:30 WIB) untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona (Covid19) di Aceh.

Namun terkait isi maklumat tersebut muncul berbagai pandangan yang pro maupun kontra akan pemberlakuan jam malam tersebut di Aceh.

Muslim Syamsuddin, ST, MAP saat dimintai keterangannya oleh media mengatakan bahwasannya masyarakat bukan jam malam yang diharapkan tetapi penutupan akses keluar-masuk ke Provinsi aceh seperti bandara dan jalur-jalur lainnya.  Rabu (1/04/20). “Banyak masyarakat yang tidak setuju dengan pemberlakuan jam malam tersebut, harusnya pemerintah melakukan tindakan untuk menutup akses keluar-masuk ke Aceh seperti bandara” ujar Muslim kepada media Fokusparlemen,id.

Lebih lanjut Muslim juga meminta kepada pemerintah agar segera diberlakukannya karantina wilayah untuk menekan penyebaran virus corona di Aceh, serta menempatkan masyarakat yang baru pulang dari luar daerah/negeri di sebuah lokasi khusus dan pemerintah harus menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada mereka selama dalam masa karantina/isolasi secara mandiri. [*/KU]

You may like

In the news
Load More