Mengenal Lebih Dekat Millenial Calon Wakil Bupati Kabupaten Malaka 2020, Ini Profil Roy Tei Seran

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3072515326096444&id=100000140201574

 

FOKUSPARLEMEN.ID, Kupang – Menjelang Pilkada Kabupaten Malaka 2020, Iknasius Roy Suyanto Tey Seran, S.Fil, salah satu tokoh milenial, mendaftarkan diri di partai PDI Perjuangan dan PSI sebagai bakal calon (balon) Wakil Bupati Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Igansius Roy Tei Seran telah resmi mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Malaka beberapa waktu lalu.

Pria kelahiran Betun, 15 Maret 1989 ini mengambil keputusan maju sebagai bakal calon wakil bupati untuk menyumbangkan pikirannya membangun Kabupaten Malaka menjadi daerah maju seperti daerah-daerah lainnya di NTT.

” Menjadi wakil Bupati bagi saya merupakan suatu panggilan, untuk keluar dari zona nyaman ranah privat dan masuk ke dalam suasana carut-marut ranah publik. Demikian tag line mencintai dan melayani menjadi semboyan pribadi yang masih manusia ini. ” dikutip Fokusparlemen.id melalui laman Suluhdesa.com, Rabu (12/2).

Alumni Fakultas Filsafat Universitas Widaya Mandira, Kupang ini berharap partai politik dapat merekomendasinya menjadi bakal calon wakil bupati, meski ia menyadari akan bersaing ketat dengan tokoh-tokoh lain yang juga sudah mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati.

Saat ini Roy Seran sedang melanjutkan pendidikan Magister di Fakultas Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta.

Mengapa harus RTS yang “Millenials”, dengan usia relatif muda (30 tahun), berani mengambil keputusan untuk turut mengambil bagian dalam pesta demokrasi lima tahunan ini?

Saya mencoba menjawab secara perlahan. Pertama, RTS tidak asing di dalam keluarga besar baik, Tei Seran, Tey Seran, Teiseran, Taolin, Laka, Ndolu, Adu, Koi, dan seluruh rumpun keluarga besar terkait yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Kedua, RTS lahir dan besar di Betun, Malaka Tengah yang merupakan Ibu Kota kabupaten Malaka dan menjadi barometer kehidupan ekonomi, politik, sosial, budaya, agama dan simbol pluralitas di Malaka yang cukup representatif.

Kedua, orang tua RTS adalah juga hidup dari dan untuk masyarakat, setidaknya di sekitar Malaka tengah, Malaka Barat, Malaka Timur, Kobalima dan Kobalima Timur, lewat karya Alm. Ayahanda Josef Tei Seran, sebagai tokoh masyarakat dan tokoh agama, dan Almarhumah Ibunda Kiky Kosasih, juga merupakan tokoh masyarakat yang dikenal luas di masa mereka hidup dan berkarya.

Ketiga, RTS menikahi seorang gadis Taolin yang juga merupakan nama yang cukup popular di berbagai kalangan masyarakat karena mempunyai peran dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.

Keempat, menempa diri di Seminari, sejak Seminari menengah Sta. Maria Imaculatta, Lalian, Atambua, hingga Seminari Tinggi TOR Lo’o Damian, Emaus, Seminari Tinggi St. Mikhael, Kupang, RTS yang hidup berasrama dengan ratusan orang calon Imam Katolik, menjadi pembelajaran khusus yang menguatkan dasar kehidupan RTS dalam bersosialisasi dan menempatkan keutamaan-keutamaan hidup lewat cara hidup seorang calon Imam yang bernuansa Filosofis-Teologis.

Kelima, RTS melanjutkan studi di Ibu Kota Jakarta, di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, sambil menjadi pengajar di salah satu sekolah swasta, dan aktif sebagai pembawa acara di berbagai kegiatan kemasyarakatan NTT Diaspora, baik sebagai Wakil Ketua Departemen Kehutanan dan Lingkungan Hidup, menjadi promotor terbentuknya Ikatan Keluarga Malaka Jakarta, Menghimpun Alumni Seminari lalian (PELITA JAKARTA), baik Awam maupun Imam di Jakarta, serta bertemu dengan sosok-sosok pemikir, aktivis, pengusaha, Elit Politik nasional, maupun kaum marjinal di kolong-kolong jembatan di Jakarta, telah menumbuhkan semangat pejuang dalam diri, meski sebelumnya RTS juga turut bersama sesama Millenials memperjuangkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Malaka, memisahkan diri dari Daerah Induk (Kabupaten belu), lewat SADANBETEMALAKA (Barisan Pendukung Pembentukan Kabupaten Malaka) di tahun 2012.

Diketahui, Pilkada Malaka akan digelar serempak September 2020 mendatang bersama ratusan daerah lain di Indonesia. (MI)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3072515326096444&id=100000140201574

Leave a Comment

Your email address will not be published.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3072515326096444&id=100000140201574

You may like

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3072515326096444&id=100000140201574
In the news
Load More
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3072515326096444&id=100000140201574