DPD RI dan Pemerintah Aceh Gelar Rapat Online Terkait Penyaluran Dana Desa dan BLT di Aceh

Rapat Online DPD RI Bersama Pemerintah Aceh (Foto : Istimewa)

Fokusparlemen.id, Banda Aceh – Senator DPD RI Fachrul Razi MIP yang juga sebagai wakil pimpinan Komite I akan menggelar rapat Online bersama Pemerintahan Aceh, Jumat (8/5). Rapat terkait dengan penyaluran Dana Desa dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Direncanakan dalam Rapat Online hadir diantaranya ; Ir. Razali,M.Si (Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi). Ir. Razali, M.Si akan mengangkat tentang Percepatan BLT di Aceh. Selanjutnya, Azhari,SE,M.Si ( Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh) dipercayai mengangkat Kebijakan Pemerintah Aceh dalam percepatan penyaluran Dana Desa.

Selanjutnya Muksalmina ( Ketua Apdesi Aceh) Terkait Permasalahan Desa dan Aparatur Desa. Terakhir Ismunazar, SE.MM ( Pelopor Smart Gampong Aceh/ Sekretaris Gampong Blang Matang Kuli) Smart Gampong : Aplikasi Cerdas Sistem Penyaluran Dana Desa dan BLT di Desa.

Seperti diketahui, BLT dana desa akan diterima per bulan sebesar Rp 600.000 untuk tiga bulan yaitu April sampai Juni 2020.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bisa ditambah jika jumlah penduduk miskin bertambah akibat pandemi virus corona (Covid-19).

“Pemberian BLT Dana Desa meskipun ada ketentuan maksimalnya bukan berarti tidak bisa dikembangkan. Suatu kasus di daerah betul-betul yang terdampak itu banyak, sementara maksimal pengalokasiannya menurut aturan 35 persen, masih bisa dinaikkan lagi, diperluas,” ucapnya melalui konfrensi pers virtual, Senin (27/4/2020). Namun, penambahan anggaran BLT Dana Desa menurut dia tak bisa otomatis teralokasikan. Karena, harus mendapat persetujuan dari pejabat bupati maupun wali kota. Sekaligus disertai dengan keakuratan data calon penerima BLT yang ditambahkan.

(MI/red)

You may like

In the news
Load More