Diskon bersama KOPRI PKC PMII Lampung, Senator Jihan Nurlela : ” Eksistensi Perempuan di Dunia Politik Bukan Hanya Pelengkap! “

Senator DPD RI Jihan Nurlela PKC PMII_Lampung)
ads

Fokusparlemen.id, Lampung – Kopri PKC PMII Lampung mengadakan diskusi online yang dilakukan melalui media sosial berkolaborasi dengan anggota DPD RI Dapil Lampung dr. Jihan Nurlela, Rabu,13 mei 2020.

Kegiatan ini di lakukan pukul 15.30 s/d 16.30 sore tadi, telah dilihat dan di ikuti oleh hampir seluruh cabang yang ada di Lampung serta beberapa cabang diluar lampung melalui live instagram Kopri Lampung. Ketua Kopri PKC PMII Lampung, Anggun Septia Wulandari menjelaskan alasannya mengambil tema ‘ eksistensi perempuan di dunia politik’,

”  bahwa representasi eksistensi perempuan dalam dunia politik sendiri masih sangat jauh dari yang diharapkan, banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul apakah perempuan dalam politik hanya penjadi pelengkap dan pemanis dipolitik, inilah yang akan di kupas tuntas oleh pemantik “, Ujar Anggun.

Kegiatan diskusi online yang di moderatori oleh sahabati Ainun Basyiroh ini berjalan dengan kondusif, terlihat sekali bagaimana antusias peserta diskusi online yang sangat luar biasa dalam menanggapi materi yang telah di paparkan oleh pemantik, banyak sekali pertanyaan yang di berikan berisikan tentang bagaimana tips meningkatkan semangat perempuan untuk belajar dan tidak henti menambah pengetahuan jika ingin terjun di dunia politik.

Anggota DPD RI dapil Lampung, dr. Jihan Nurlela juga sedikit banyak menyampaikan bagaimana proses perjalanan nya saat terjun di dunia politik, dan ini bisa jadi motivasi para perempuan-perempuan untuk tidak lagi ragu dalam menjajaki dunia politik, pemantik juga menyampaikan bagaimana perkembangan eksistensi perempuan di dunia politik di ASEAN dan di Indonesia ini sendiri. Perempuan yang hari ini berprofesi di birokrasi baik itu eksekutif maupun legislatif sudah cukup baik artinya bukan hanya sebagai pelangkap saja tetapi sudah mampu memimpin dan menjadi pengambil keputusan.

Di menit terakhir sebelum menutup diskusi pemantik mengatakan, ” tidak ada yang dapat merubah nasib manusia, selain keinginan manusia itu sendiri untuk merubah dirinya, dan untuk perempuan yang ada diluar sana agar bisa terus belajar dan memperbaiki kualitas diri, untuk menghilangkan persepsi terhadap perempuan yang sangat melekat bahwa perempuan hanya identik dengan urusan domestik yaitu kasur, sumur, dan dapur “,Ujar jihan. [rls/kho]

ads
ads

You may like

ads
In the news
Load More
ads