Bahagia Maha, Anggota DPRK Rasa Preman

ads

FOKUSPARLEMEN.ID, Subuluussalam– Sejak dilantik menjadi Anggota DPRK Subulussalam pada agustus 2019 silam, Bahagia Maha telah 2 kali melakukan aksi bar-bar bagaikan seorang preman. Aksinya tersebut telah mencoreng nama baik institusi dimana ia berada. Politisi PAN ini  mendadak tenar di Kota Subulussalam akibat sejumlah aksi panjat sosial yang dilakukannya.

Aksi sensasional pertama yang ia lakukan ketika menyegel pintu Ketua DPRK Subulussalam pada bulan Maret lalu. Aksi bar-barnya tersebut seketika memicu kegaduhan di Kota Subulussalam. Karena merasa perbuatannya itu salah, Bahagia Maha pun menyesali perbuatannya tersebut dan meminta maaf kepada Ketua DPRK Subulussalam.

Aksi bar-bar tersebut sangat tidak layak dipertontonkan oleh seorang anggota Parlemen yang seharusnya menjadi teladan masyarakat, ini malah melakukan perbuatan yang tidak bermoral.

Setelah melakukan aksi penyegelan pintu Ketua DPRK, Bahagia Maha mendapatkan banyak kritikan dan makian dari masyarakat Subulussalam. Pasalnya Ia dianggap hanya mencari sensasi dan membuat kegaduhan di tengah bencana virus corona yang sedang melanda Kota Subulussalam.

Setelah aksi bar-bar penyegelan pintu Ketua DPRK tersebut. Bahagia Maha kembali melakukan aksi bar-bar dan kembali merusak nama baik institusi DPRK Subulussalam. Seperti tidak belajar dari kesalahan sebelumnya, Bahagia Maha menghina dan mencemarkan nama baik Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Subulussalam. Bahagia Maha memaki-maki dan menggebrak-gebrak meja petugas kesehatan yang melakukan karantina di Hotel Hermes One Kota Subulussalam. Bahagia Maha tidak terima anak kandungnya yang baru pulang dari Bandung tidak dikarantina di Hotel. Karena merasa anak kandungnya tidak diperlakukan dengan baik, ia pun mengamuk dan melakukan aksi bar-bar yang kedua kalinya.

Memang, sangat disayangkan ada anggota parlemen yang tidak bermoral dan tidak beretika seperti Bahagia Maha. Anggota DPRK Subulussalam Dapil Longkip dan Rundeng ini sudah seharusnya diberikan sanki tegas oleh penegak hukum dan MKD DPRK Subulussalam agar ia memberikan efek jera dan tidak mengulangi lagi di kemudian hari. Tindakan tidak bermoral tersebut juga memberikan dampak negatif kepada masyarakat karena mencoreng nama baik institusi dimana Ia berada. (SH)

ads
ads

You may like

ads
In the news
Load More
ads