Awas! Pulau Jawa Berpotensi Gempa Besar tahun ini

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3072515326096444&id=100000140201574

FOKUSPARLEMEN.ID – Memasuki tahun 2020 ini potensi gempa harus terus diwaspadai termasuk memberikan pendidikan penyelamatan ketika terjadi gempa  kepada masyarakat.

Dikutip media Fokusparlemen.id, melalui Liputan6.com, Selasa (7/1). Badan Meteorogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut selama 2019, telah terjadi 11.473 gempa di Indonesia. Aktivitas gempa itu dalam kedalaman yang bervariasi.

Aktivitas gempa bumi signifikan dengan magnitudo di atas magnitudo 5,0 terjadi sebanyak 344 kali. Sedangkan gempa kecil dengan kekuatan kurang dari Magnitudo 5,0 terjadi sebanyak 11.229 kali.

“Sehingga selama 2019 aktivitas gempa bumi di Indonesia didominasi oleh aktivitas gempabumi berkekuatan di bawah Magnitudo 5,0,” kata dia.

Adapun gempa bumi yang guncangannya dirasakan masyarakat selama tahun 2019 terjadi sebanyak 1.107 kali.

Berdasarkan peta aktivitas gempabumi (seismisitas) selama tahun 2019, tampak bahwa kluster aktivitas gempa bumi paling aktif terjadi di daerah Nias, Lombok-Sumba, Laut Maluku Utara, Ambon, Laut Banda, dan Sarmi-Mamberamo.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon mencatat sebanyak 5.100 kali gempa bumi mengguncang wilayah Maluku sepanjang tahun 2019.

Sebanyak 5.100 kali gempa bumi yang terjadi di wilayah Maluku itu tercatat tidak kurang dari 461 gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat. Data menyebutkan, berdasarkan peta aktivitas gempa bumi (seismisitas) selama tahun 2019 tampak kluster aktivitas gempa bumi paling aktif terjadi di wilayah Pulau Ambon dan sekitarnya, Halmahera Selatan dan Laut Banda bagian selatan.

2020 Potensi Gempa Dominan Bergeser ke Pulau Jawa, Bali Nusra 

Masyarakat Pulau Jawa, Bali, NTB serta NTT patut mawaspadai pergantian tahun 2019 ke 2020 khususnya terkait fenomena Alam Gempa bahkan Tsunami.

Peneliti sekaligus pakar geologi dari Brigham Young University Profesor Ron Harris mengatakan gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004 berpotensi terulang di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Berdasarkan kalkulasi dari penelitian tersebut, pergeseran lempeng tektonik yang akan terjadi cukup berpotensi untuk menimbulkan gempa dengan kekuatan di atas 9 skala richter. “Potensi itu cukup membuat gempa berkekuatan 9,1 skala richter, atau mungkin 9,2, atau bahkan 9,5,” kata Harris.

Gempa dengan kekuatan sebesar itu diprediksi akan berlangsung selama 20 detik, bisa menimbulkan gelombang maksimal setinggi 20 meter dengan kecepatan 620 kilometer per jam, dan bisa mencapai bibir pantai dalam waktu sekitar 20 menit. “Gempa di Indonesia itu unik, karena pusat gempanya sangat dekat dengan daratan,” kata Harris.

Tsunami 20 Meter

Berdasarkan permodelan Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa berpotensi disapu tsunami dahsyat setinggi 20 meter.

Hal ini dikarenakan ada segmen-segmen megathrust atau gempa bumi berkekuatan besar di sepanjang selatan Jawa.

Segmen-segmen megathrust itu membentang di sepanjang selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda.

Gelombang tsunami akan tiba dalam waktu sekitar 30 menit seusai terjadi gempa besar.

Wa

 

 

 

 

 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3072515326096444&id=100000140201574

Leave a Comment

Your email address will not be published.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3072515326096444&id=100000140201574

You may like

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3072515326096444&id=100000140201574
In the news
Load More
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3072515326096444&id=100000140201574