Steve Mara : Mulailah Mengambil Kebijakan Sendiri !

 

FOKUSPARLEMEN.ID, JAKARTA – Banyak dari masyarakat yang tidak peduli dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentang 14 hari tidak beraktivitas. Ya, karena banyak dari masyarakat ekonomi menengah kebawah yang tidak mampu bertahan hidup jika tidak keluar sehari untuk mencari nafkah bagi keluarga.

Disisi lain, pemerintah juga serbah salah dalam hal kebijakan liburkan 14 hari (kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah dari rumah) atau melakukan lockdown. Kenapa? Karena ekonomi kita bisa melamah dan Indonesia bisa mengalami resesi(kemerosotan) GDP kita menurun.

Resesi atau kelesuan/kemerosotan tersebut mengakibatkan penurunan secara simultan pada setiap aktivitas di sektor ekonomi. Sebut saja lapangan kerja, investasi, dan juga keuntungan perusahaan. Terjadinya resesi dapat ekonomi menimbulkan efek domino pada masing-masing kegiatan ekonomi. Ketika investasi mengalami penurunan, maka tingkat produksi atas produk atau komoditas juga akan menurun.

Dampaknya akan terjadi banyak pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja. Secara lebih lanjut, kondisi tersebut mengakibatkan daya beli masyarakat menurun yang berimbas pada turunnya keuntungan perusahaan.

Jika kebijakan lockdown dilakukan mungkin saja ini akan terjadi untuk Indonesia. Bagaimana dengan masyarakat ekonomi lemah yang menjadi pengusaha kecil-kecilan untuk biaya makan minum setiap hari. Pasti akan berpengaruh juga. Ditambah lagi nilai tukar rupiah saat ini sudah masuk Rp.15ribuan.

Oke, jadi sekarang kita tinggalkan berpikir tentang kebijakan yang harus diambil pemerintah apa untuk masyarakat.

Judul Baru :
Mulailah mengambil Kebijakan sendiri.

Mulai ambil kebijakan untuk diri anda sendiri, anda adalah pemerintah untuk diri anda sendiri. Jika anda adalah seorang kepala keluarga maka anda adalah Presiden untuk anak dan istri anda. Jaga mereka seperti anda menjaga diri anda sendiri.

Mulailah untuk menjaga kesehatan keluarga kita, saling mengingatkan untuk mandi yang bersih, cuci tangan, pake handsanitizer bila diperlukan, makan makanan sehat, batasi aktivitas dalam keramaian dan memilih tinggal dirumah merupakan salah satu pilihan tepat.

Harus kita pahami bahwa, ternyata hidup sehat saja tidak cukup untuk melawan wabah corona karena wabah ini tidak memandang siapa yang hidup sehat dan siapa yang tidak, namun wabah ini akan masuk dalam tubuh kita jika ada kesempatan. Artinya: dapat dikatakan bahwa kita semua akan menunggu giliran kapan akan terkena wabah ini. Ya, karena kita tidak bisa lari dari sebuah wabah yang sama skali tidak bisa kita lihat dan hindari ini.

Namun, jangan cemas dulu. Ternyata tubuh kita ini sudah didesain Tuhan sangat baik dan mampu melawan setiap wabah. Kita hanya harus menjaganya tetap Fit dengan mengkonsumsi protein dan vitamin yang cukup. Wabah ini tidak lebih jahat dari yang kita pikirkan. Tidak perlu takut karena wabah ini memiliki angka mortalitas yang kecil plus minus 5 persen dan itu kebanyakan untuk usia lanjut atau dengan comorbid penyakit lain spt DM, Jantung, kanker dsb, penyakit corona umunya self limiting disease atau sembuh sendri tergantung daya tahan tubuh.

Jadi jangan terlalu tegang, jangan panik karena tidak dapat handsanitezer dan kehabisan masker. Belum tentu juga mereka yang timbun handsanitizer dan masker itu aman dari wabah ini. Perkuat sistem imun tubuh, jangan lupa bahagia selalu, tetap semangat, dan pastinya jangan lupa berdoa karena Tuhan kita lebih besar dari segal penyakit yang ada dimuka bumi ini.

Jangan lupa juga mendoakan para petugas kesehatan yang menghabiskan waktu mereka menghadapi wabah ini. (*)

Salam Saya.
Steve Rick Elson Mara, S.H., M.Han

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *