Senator Lampung Desak Kemenag Persiapkan Pemulangan Santri ke Ponpes

Fokusparlemen.id, Jakarta – Anggota DPD RI daerah pemilihan Lampung, dr. Jihan Nurlela mendesak pemerintah melalui kementrian agama mempersiapkan pemulangan santri ke pondok pesantren (ponpes). Pasalnya, belajar dan mengaji yang selama ini diterapkan di pesantren, tidak bisa dilakukan secara virtual.

“Saya mendesak agar pemerintah melalui kementrian terkait, khususnya kementrian agama mempersiapkan secara matang pengembalian santri ke pondok pesantren. Ada ribuan santri yang pulang ke rumah mereka, dan ini harus segera kembali ke pondok,” katanya diterima media fokusparlemen. Id, Rabu (3/6).

Di Lampung sendiri sebagai daerah pemilihan dr. Jihan Nurlela banyak santri yang belum kembali ke pondok pesantren. Santri menurut dia, berbeda dengan pelajar yang sekolah di sekolah umum.

“Santri berbeda dengan pelajar umum bahwasannya kehadiran santri untuk ngalap berkah kiyai tidak bisa terwakili oleh virtual atau daring online, harus dilakukan secara langsung di pondok pesantren,” ujarnya.

Di Pondok pesantren, kurikulum yang dipelajari juga berbeda dan membutuhkan tatap muka secara langsung. “Pondok pesantren mengajarkan pendidikan Fiqih, Tauhid, Akhlak bukan hanya dari kitab tapi juga secara langsung di kehidupan sehari-hari, yang dicontohkan secara langsung oleh para ulama kepada para santrinya, ini tidak bisa dilakukan secara virtual,” tegasnya.

Senator dr. Jihan Desak Pemerintah Matangkan Pemulangan Santri ke Ponpes

Untuk pengembalian santri ke ponpes dalam situasi Pandemi Covid 19 ini, terusnya pemerintah harus menyiapkan secara matang. Misalnya, jika sebelum pandemi cukup dengan 10 bus, dengan social distancing maka perlu 20 bus.

“Santri sebagian besar menggunakan bus untuk pulang kampung, paling hanya beberapa saja yang melalui pesawat. Bagaimana protocol kesehatannya? Ini harus disiapkan secara matang,” tandasnya.

Mengenai pemulangan santri ke ponpes ini, Senator dari daerah pemilih Lampung ini, mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kemenag Lampung. Namun, belum ada kepastian karena Kemenag Lampung pun menunggu keputusan dari pusat.
“Daerah menyebutkan menunggu keputusan pusat mengenai rencana pengembalian santri ini, karena itu, pemerintah harus segera membahas teknis pemulangan santri ini. Persiapan yang matang dari pusat sangat urgen diperlukan sebagai komando sampai kebawah,” pungkasnya. (**/rls/mi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *