PB PMII Desak Pemerintah Segera Tetapkan Gempa Lombok Jadi Bencana Nasional

FOKUSPARLEMEN, JAKARTA – Keadaan Lombok NTB dan sekitarnya hingga saat ini masih belum kondusif. Sejak 29 Juli hingga 19 Agustus kemarin, gempa secara terus menerus mengguncang wilayah NTB. Diketahui, hingga saat ini gempa telah terjadi sebanyak 768 kali.
Gempa yang terjadi kemarin (19/8, red) berkekuatan 7.0 SR yang terpusat di Lombok Timur tidak hanya memperparah kondisi di Lombok.

Melainkan berdampak ke Sumbawa. Banyak bangunan roboh dan telah memakan korban jiwa di Sumbawa.
Melihat kondisi yang semakin parah, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) kembali bersuara. Kali ini, PB PMII mendesak pemerintah agar gempa bumi yang terus mengguncang Lombok NTB dan sekitarnya segera ditetapkan menjadi bencana nasional.

Sekretaris Jenderal PB PMII, Sabolah Al Kalamby, mengungkapkan sejumlah alasan kenapa PB PMII mendesak agar gempa tersebut segera ditetapkan sebagai bencana nasional. Diantaranya, ribuan rumah warga telah roboh. “Kita lihat sendiri kondisinya. Ada ribuan rumah yang telah rata dengan tanah. Harta benda pemiliknya hilang dan rusak tidak bisa diselamatkan,” bebernya.
Alasan selanjutnya adalah karena korban jiwa semakin bertambah. Berdasarkan data terakhir (17/8) tercatat 469 orang meninggal dunia, 1.054 orang mengalami luka-luka dan dirawat di sejumlah tenda pengungsian.

“Itu jumlah yang kami ketahui pada tanggal 17 kemarin. Sekarang ini tentu bertambah karena guncangan gempa kemarin (19/8, red) yang berskla 7.0 sangat keras. Buktinya, berdampak sampai Sumbawa, ada korban jiwa dan banyak bangunan roboh,” ungkap pemuda asal Lombok NTB ini.

Kemudian, psikologis masyarakat sudah sangat tergangu. Menurut laporan yang diterima PB PMII melalui tim lapangan dan relawan gempa yang terdiri dari PKC dan PC PMII se NTB, bahwa gempa yang terjadi selama ini telah menggangu psikologis warga.

Setiap gempa terjadi, warga spontan teriak dan histeris, bahkan banyak yang tidak sadarkan diri. Ketika tim menyanyakan, mereka mengaku trauma melihat sanak saudaranya yang telah meninggal dunia, dicampur dengan kesedihan melihat kondisi rumahnya yang hancur lebur. Merkea semua bingung ke depan mesti harus berbuat apa.
“Sederet alasan itulah yang mendorong PB PMII untuk mendesak pemerintah agar gempa Lombok dan sekitarnya segera ditetapkan sebagai bencana nasional. Karena untuk memulihkan keaadaan disana, baik fisik maupun psikis sangat membutuhkan campur tangan pemerintah pusat. Kondisi ini sudah sangat parah, kita harus bersama-sama membantu sanak saudara kami disana. Pemerintah pusat harus berperan lebih banyak lagi dari yang sudah dilakukan sebelumnya,” tutup pemuda yang dikenal tegas ini. (JS/MI/Rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *