Melihat 100 Hari Kepemimpinan Fadly Bintang Ketua DPRD Termuda Di Indonesia

FOKUSPARLEMEN.ID, ACEH SINGKIL – 28 Oktober 2019 yang lalu, Ade Fadly Pranata Bintang dilantik menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam, Aceh. Saat dilantik menjadi Ketua DPRK, Fadly Bintang masih berusia 23 tahun. Hal tersebut menobatkan Fadly Bintang sebagai Ketua DPRD termuda di Indonesia.

Sebagai Ketua DPRD termuda, kinerja Fadly Bintang menjadi sorotan publik, mengingat tugas legislasi, pengawasan terhadap eksekutif dan budgeting bukanlah pekerjaan mudah. Setidaknya, selama 100 hari memimpin DPRK Subulussalam, Fadly Bintang telah menorehkan kinerja dan prestasi yang gemilang, mulai dari pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), pengesahan APBD 2020 tepat waktu dan menggagas program zero waste di lingkungan kantor DPRK Subulussalam.

 

Pembentukan AKD

 

Kerja pertama Fadly Bintang dalam memimpin DPRK Subulussalam adalah membentuk AKD. Ini dilakukan untuk mengisi kekosongan ketua komisi dan badan diawal periode jabatan. Proses awal pembentukan AKD ini berjalan tidak mudah karena terdapat penolakan dari partai oposisi. Terdapat tarik-menarik kepentinga antara partai koalisi dan partai oposisi yang mengakibatkan pembahasan AKD sempat deadlock. Namun, pada akhirnya konflik dapat diselesaikan dan konsensus dapat tercapai. Ini memperlihatkan Fadly Bintang memiliki kemampuan pengelolaan konflik sangat baik.

 

Pengesahan APBD Tepat Waktu

Di bawah kepemimpinan Fadly Bintang, ABBD Kota Subulussalam 2020 dapat disahkan dengan tepat waktu. APBD Kota Subulussalam 2020 disahkan pada 1 Desember 2019 sebelum masa anggaran 2019 berakhir. Pada 2020 ini, Kota Subulussalam memiliki APBD sebesar 751 miliar. Pengesahan APBD dengan tepat waktu merupakan sebuah prestasi yang gemilang. Mengingat, para anggota DPRK baru dilantik agustus yang lalu, serta Ketua DPRK yang baru dilantik diakhir Oktober silam. Hal tersebut membuat waktu pembahasan anggaran menjadi sangat terbatas. Pengesahan APBD 2020 dengan waktu yang sangat terbatas memperlihatkan bahwa Fadly Bintang memiliki kemampuan leadership yang mumpuni.

 

Program Zero Waste

Baru dua bulan memipin DPRK Subulussalam, Fadly Bintang langsung melakukan terobosan melarang penggunaan sampah plastik di lingkungan Kantor DPRK Subulussalam. Larangan tersebut tertera di dalam surat edaran nomor 660/002/2020. tanggal 2 Januari 2020 tentang pengurangan penggunaan sampah plastik dilingkungan DPRK Subulussalam. Setiap pelaksanaan rapat/koordinasi, sosialisasi/pelatihan serta kegiatan lainnya yang dilakukan di lingkungan kantor DPRK Subulussalam harus menyediakan makanan dan minuman yang tidak menggunakan bungkus/kemasan dari bahan plastik. Sebulan setelah program ini dilaksanakan, LSM pengelolaan sampah dari Inggris berkunjung ke Kota Subulussalam. Ceo Ministry of Waste Samantha bertemu langsung dengan Fadly Bintang di Kantor DPRK Kota Subulussalam. Dalam pertemuan tersebut, Samantha mengungkapkan keinginannya untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Subulussalam membangun fasilitas pengelolaan sampah plastik.

Setidaknya, dalam 100 hari ini, Fadly Bintang telah mampu mematahkan segala sinisme publik terhadap kemampuannya memimpin lembaga legislative di usia yang sangat muda. Keberhasilannya mengelola konflik dan mencapai consensus dalam pembentukan AKD merupakan sebuah prestasi yang gemilang. Di sisi lain, pengesahan APBK diwaktu yang sangat terbatasmenunjukan kemampuan leadership yang ia miliki sangat mumpuni, mengingat jumlah anggaran 751 miliar yang sangat besar.

Selain itu, terobosan yang dilakukan melalui program inovasi zero waste menunjukan bahwa Fadly Bintang adalah seorang pemimpin yang inovatif dan berani melawan kemapanan. Sehingga, sangat terbuka kemungkinan, setelah 100 hari ini hingga 2024 nanti, akan ada banyak program inovatif lainnya yang akan diciptakan. Pada akhirnya, publik akan melihat, Fadly Bintang tidak hanya usianya yang muda, akan tetapi politisi muda yang memiliki segudang prestasi. (Haekal)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *