KPK Periksa Steffy Burase Pekan Depan, Terkait Anggaran Pada Event Aceh Internasional Marathon 2018

Ket Gambar : Steffy Burase tenaga ahli pada event Aceh International Marathon 2018 (Istimewa)

FOKUSPARLEMEN, BANDA ACEH – Nama Steffy Burase menjadi hangat ketika sosok wanita berparas ayu ini dikaitkan dengan kasus dugaan suap dana otonomi khusus Aceh (DOKA) 2018, yang menjerat Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf dan tiga orang lainnya menjadi tersangka.

Ia dijadikan saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat lalu, 6 Juli 2018, dan dijadwalkan akan diperiksa KPK pada pekan depan. Steffy merupakan staf ahli pada event Aceh Internasional Marathon 2018. Di mana, anggaran pada event itu senilai Rp500 juta dipersoalkan oleh KPK, karena kuat dugaan merupakan hasil suap dari DOKA 2018 untuk membiayai medali dan pakaian atlit.

Bukan hanya Steffy, tiga orang lainnya yaitu, Nizarli Kepala Dinas ULP Aceh, Rizal Aswandi dan Teuku Fadhilatul Amri juga dicegah untuk tidak ke luar negeri selama enam bulan.

“Untuk sebagai saksi yang dicegah ke luar negeri diperiksa pada minggu depan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu 11 Juli 2018.

Steffy Burase akan diperiksa terkait aliran dana yang perlu diklarifikasi dan pertemuan-pertemuan dengan tersangka yang relevan dengan perkara suap DOKA 2018 ini.

Sosok Steffy juga menjadi kontroversial di Aceh, dirinya dikabarkan telah menjalin hubungan asmara dengan Irwandi Yusuf. Setelah Anggota DPR Aceh mempertanyakan hubungan keduanya pada dalam sidang hak interplasi beberapa hari lalu sebelum Irwandi ditangkap KPK.

Pascapenangkapan Irwandi Yusuf oleh KPK, ia juga aktif mendoakan melalui akun instagram miliknya, agar Irwandi terbebas dari tuduhan KPK.

“Yang pasti kita doaian Pak Gubernur selamat dari tuduhan-tuduhan yang tidak benar,” tulis Steffy di akun instagram @steffyburase miliknya.

Ia juga menuliskan agar masyarakat tidak mencela Irwandi Yusuf yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia pun memuji bahwa Irwandi Yusuf merupakan pemimpin yang mencintai rakyatnya.

Bahkan, Steffy juga menyindir dunia perpolitikan di Indonesia. “Kita hidup di dunia politik. Yang benar bisa salah, begitupun sebaliknya. Maka mohon doanya, menghina enggak menghasilkan ladang pahala. Dosa iya, padahal benar pun kita enggak tahu,” lanjut Steffy. (mi/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *