HMI MPO Jakarta Membuat Laporan ke Propam Polri

Fokusparlemen.com, Jakarta – Terkait lanjutan viral Video dan foto polisi hajar sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) MPO Cabang Jakarta viral di media sosial. Dalam video tersebut memperlihatkan beberapa aktivis HMI MPO Jakarta bulan-bulanan dihajar petugas.

Didampingi Penasehat hukum dari kantor hukum Sulistyowati & Partners membuat tim advokasi bertindak untuk dan atas nama HMI MPO Cabang Jakarta yang menjadi korban dengan nama TIM ADVOKASI
YAKUSA (Yakin Usaha Sampai). Yakusa adalah jargon HMI untuk selalu memotivasi dalam melakukan
amar ma’ruf nahi munkar.

Hari ini (4/6) Senin, Ketua Umum HMI MPO Cabang Jakarta yang
bernama Azhar dan pengurus lainnya melalui kuasa hukumnya melaporkan dugaan ketidakprofesionalan
dan arogansi yang dilakukan oleh anggota Polres Metro Jakarta Pusat beserta anggota Satbrimob Polda
Metro Jaya terkait dengan aspirasi yang dilakukan oleh Sdr. Al Azhar, dkk pada tanggal 21 Mei 2018 di
depan pintu barat Monas.

Terlapor adalah oknum Polres Metro Jakarta Pusat beserta anggota Satbrimob Polda Metro Jaya.
Tindakan represif yang dilakukan terhadap adik-adik HMI MPO Cabang Jakarta karena ingin Jokowi turun
pada tanggal 21 Mei 2018 di depan pintu barat Monas menyebabkan adik-adik HMI banyak yang terluka
bahkan tulang dada retak-retak. Bahkan pada hari kelima saat dilakukan rontgen untuk yang kedua kali, ternyata tulang masih retak, itu menunjukan penganiyayaan berat yang dilakukan polisi. Tidak hanya itu
banyak korban lain yang berjatuhan. Termasuk korban atas tendangan polisi dengan sepatu laras
mengenai pelipis Ketua Umum HMI MPO Cabang Jakarta membuat matanya terluka.

Penasehat hukum berharap para oknum polisi tersebut diproses sesuai dengan hukum yang berlaku
tidak terbatas pada hukuman administratif tapi lebih dari itu hukuman yang setimpal untuk tindakan brutal yang mereka lakukan dan melanggar hak asasi manusia para mahasiswa yang menyampaikan
aspirasi.

Alat bukti yang disampaikan dalam pelaporan ke PROPAM ada tiga, yaitu pertama, video yang
menunjukkan tindakan brutal polisi seperti menendang, memukul, menyeret dan tindakan penyiksaan
lainnya. Kedua, foto-foto kebrutalan oknum polisi. Ketiga, resume medis atas nama beberapa korban
yaitu Al-Azhar, Maftuh, dan Arnold. [MI]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *