Captain Indonesia : Indonesia Butuh Presiden dan Wakil Presiden Yang Berani Hukum Mati Koruptor

FOKUSPARLEMEN, JAKARTA – Captain Indonesia Oktoberiandi, SH., tokoh muda yang merupakan pensiunan muda Perwira TNI AU, sangat concern dengan dinamika politik negeri ini.

Beliau menyampaikan beberapa perhatiannya terkait Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 di sela-sela acara Halal Bi Halal Pendekar Banten yang dilaksanakan di RPTRA Kalijodo, Selasa, (10/7/18).

“Perlu kita ketahui, kelemahan bangsa kita saat ini adalah bahwa negara tidak berdaya melawan para koruptor, ini bisa kita lihat dengan tidak ada takutnya oknum-oknum pejabat melakukan perampokan terhadap uang rakyat,” ujar alumni Fakultas Hukum Unversitas Suryadarma ini.

Eks Perwira TNI AU ini menegaskan bahwa Indonesia butuh Presiden dan Wakil Presiden yang berani hukum mati koruptor.

“Indonesia butuh Presiden dan Wakil Presiden yang berani hukum mati koruptor,” tegas alumni Akabri 2004 yang juga pengurus DPP LSM Kibar ini.

“Melihat calon yang ada, saya pesimis negeri ini akan makmur di bawah Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang lemah terhadap koruptor,” tukas eks Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya ini.

“Pak Jokowi dengan pemerintahannya memberikan lampu hijau kepada para koruptor untuk mencalonkan diri menjadi pejabat publik, dengan tidak mau mengundangkan PKPU larangan Napi Koruptor untuk Nyaleg. Ini sudah jelas beliau menunjukkan keberpihakannya kepada koruptor,” jelas Ketua DPP Pemuda Partai Berkarya ini.

“Di satu sisi Pak Prabowo, saat proses Pilkada 2018 ini, membenarkan praktek money politic, dengan tidak melarang masyarakat menerima uang dari kandidat. Ini juga menunjukkan kelemahan terhadap pemberantasan praktik korup,” tambah eks Pilot TNI AU ini

“Saya melihat rakyat sudah kecewa dengan kedua Calon Presiden yang punya kans besar untuk maju di Pilpres 2019 ini,” tutup Captain Indonesia yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Islamic Center Kampar ini. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *