APLAN : Presiden RI dan Ketua DPR RI "Penyakit yang lebih Mematikan Melebihi 'Covid-19'

 

FOKUSPARLEMEN.ID, JAKARTA – Abdi Maulana “Direktur Eksekutif” Aliansi Pemantau Lembaga Negara (APLAN) menyampaikan sangat tidak habis pikir lagi melihat kondisi Negara Indonesia, baik dari segi Pendidikan, Kesehatan, Keamanan, Ekonomi, dan lain sebagainya. Ya bagaimana tidak saat ini Wilayah Indonesia sedang di terpa malapetaka yang sangat besar “Nauzubillah”. Virus Covid-19 atau yang lebih di kenal virus Corona menjadi Topik besar di dunia.

Tetapi tidak halnya di Indonesia, Covid-19 hanya menjadi “Kambing Hitam” bagi pemerintahan baik Legislatif maupun Eksekutif di Indonesia. Karena sejatinya Indonesia telah mempunya Penyakit yang lebih mematikan melebihi Covid-19, yaitu sering Rakyat menyebutnya *Rezim Laknatullah*

*Bisnis Masker di saat Perekonomian Rakyat tidak semua mampu*

Mari melihat perbandingan Penanganan dan pencegahan Covid-19 di Negara Cina, Italia, Ghana, Singapura dan lain sebagainya dengan Negara Indonesia yang terdampak Covid-19. 7 hari mampu mendirikan pabrik Masker. Di Indonesia, Masker hilang sekejap mata dan timbul dengan harga di luar kasat mata Pasien yang terjangkit Covid-19 kebutuhan Ekonomi keluarganya di tanggung pemerintah.

*Indonesia Telat Lockdown*

Di Indonesia, Banyak sudah jatuh korban Covid-19, Rakyat di rumah saja, kebutuhan Ekonomi tanggung sendiri
Melihat rakyatnya banyak yang meninggal terjangkit covid-19, menyesal telat Lockdoown.

Di Indonesia, Berhamburan sudah korban covid-19, Lockdown, Social Distandcing, bahkan darurat sipil, satupun tidak terealisasikan, ” Hancur perekonomian masih bisa di kembalikan, hilang nyawa rakyatnya tidak dapat dikembalikan. Di Indonesia, Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar, dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya “. Ujarnya.

Lanjut Abdi, yang menambah parah ialah di sisi Legislatif dan pemerintahan Indonesia, di sela musibah yang sedang menimpa rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan pemerintahan malah menari di atas penderitaan rakyat. Yang dimana dengan sigapnya tidak menyianyiakan kesempatan di dalam kesempitan saat kondisi Rakyat sedang menjerit dengan sayatan-sayatan :

1. UU OMNIBUSLAW atau UU Cipta Kerja yang dimana mencekik kaum buruh indonesia dan menguntungkan Pengusaha (Live Media Sosial DPR RI).

2. Persetujuan para legislatif dalam Pembebasan Napi Koruptor yang sama sekali tidak ada sangkutan dengan Covid-19 (Nasional.sindonews).

3. Pimpinan KPK Sepakat Napi Koruptor di bebaskan (VIVA.co.id).

4. Komisi III DPR Target sahkan RKUHP (cnnindonesia.com).

5. Pimpinan KPK minta tambah Gaji sampai Rp. 300 Juta (Tirto.Id). Seperti tidak ada malunya Pimpinan KPK berbicara di media seperti itu dengan penanganan kasus dugaan Korupsi dan kerugian negara yang tidak ada titik temu, diantaranya Kasus ASABRI, Jiwasraya, Inasgoc dan lain sebagainya.

6. Menkumham akan bebaskan napi korupsi demi mencegah penyebaran covid-19.

7. Aturan Pemerintah yang kebal hukum bagi pejabat pemerintah dalam penggunaan dana Covid-19 sekitar 405 triliyun dari pemerintah pusat dan dana dari berbagai Pemda yang Terdampak covid-19 tidak bisa di audit.

8. Penangkapan dan pengamanan di rumah singgah dekat TPU bagi Remaja dan Dewasa yang berkeliaran tidak dirumah saja.

9. Pencegahan dan penanganan covid-19 belum kondusif, Menteri Rangkap Jabatan Luhut Panjaitan meminta TKA Cina segera masuk lagi ke Indonesia (Tirto.id).

10. Berdasarkan laporan Menteri Keuangan, sampai dengan tahun 2016 jumlah dana Haji yang di pinjam oleh pemerintahan mencapai Rp. 35,65 Trilliun. Dana tersebut digunakan oleh Bapak Presiden Jokowi untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Dimana 10 sayatan di atas tidak ada kepentingan penanganan penderitaan yang saat ini sedang rakyat rasakan, itu semua hanya kepentingan pribadi rezim laknatullah.

Oleh sebab itu Abdi Meminta Kepada seluruh Rakyat Pribumi harus bersatu dan harus bangkit kalau ingin sembuh dan melawan penyakit yang lebih mematikan daripada covid-19 ini. Rakyat lebih baik menderita dengan keputusan sendiri dari pada tersiksa Batin dan Moral oleh kebijakan Rezim Laknatullah tersebut.

Abdi menyampaikan solusi dan harapan kepada seluruh Rezim Laknatullah baik di Legislatif dan Eksekutif agar Bapak/Ibu yang terhormat, segeralah mundur dari jabatanmu karena Rakyatmu sangat tersiksa oleh keputusan dan kebijakanmu. Jangan menunggu alam yang melengserkanmu. Tuhan yang Maha Esa mungkin masih memaafkan kesalahanmu dengan engkau bertaubat. Saya mengutip ceramah Ust Abdul Somad “Kalian yang Korupsi, berjudi, Maksiat dan lain sebagainya, Allah Swt turunkan Gempa Bumi, Tsunami, Banjir, Gunung Meletus, dan hari ini Virus Mematikan, bukan kalian saja yang meninggal. Prof. Jeffry Winters menyampaikan jika sebuah negeri dipimpin oleh seorang yang bodoh, maka para kaummunafik dan penjilat akan berpesta-pora. Tunggu saja kehancurannya, karena boneka itu tidak bisa berbuat apa-apa. (*/mi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *