Realisasi APBA 2021 Minim, Muslim Syamsuddin Kecewa Terhadap Kinerja Pemprov Aceh

Realisasi APBA 2021 Minim, Muslim Syamsuddin Kecewa Terhadap Kinerja Pemprov Aceh

Fokusparlemen.id-Banda Aceh. Dalam tiga hari terakhir Komisi V DPRA telah memanggil Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang menjadi mitra kerja dari Komisi V DPRA untuk melakukan rapat kordinasi dan evaluasi untuk mengetahui perkembangan realisasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2021.

Anggota DPRA Muslim Syamsuddin ST MAP dalam siaran persnya mengaku sangat kecewa terhadap kinerja Pemerintah Aceh yang dinilai lambat dan tidak optimal untuk merealisasikan anggaran yang ada dimana sampai triwulan ketiga realisasinya masih berada dibawah angka 20 persen.

Muslim menuturkan bahwa hampir seluruh rakyat Aceh menggantungkan hidupnya dengan perputaran APBA baik secara langsung maupun tidak langsung, dan dengan lambatnya realisasi APBA 2021 sangat merugikan Rakyat Aceh apalagi ditengah imbas pandemi Covid-19 yang saat ini sedang tinggi di Aceh.

“Sebagai Anggota DPRA saya sangat menyayangkan terhadap kinerja dari Pemerintah Aceh dalam hal merealisasikan anggaran yang telah ada, lambatnya realisasi anggaran tersebut dampaknya sangat dirasakan oleh rakyat Aceh dimana harusnya program dan proyek yang telah direncanakan dan disepakati bersama dengan DPRA namun hingga sekarang tersendat akibat lemahnya kinerja Pemerintah Aceh, ini jelas sangat merugikan masyarakat karena tidak adanya perputaran uang di daerah. Ujar Muslim

Lebih lanjut Politisi Partai SIRA tersebut menuturkan bahwa dalam rapat dengar pendapat antara DPRA bersama SKPA pihaknya masih menemukan beberapa anggaran yang berada diluar proses penganggaran yang normal, artinya dalam APBA 2021 terdapat paket-paket yang masuk tanpa melalui kesepakatan bersama antara legislatif dan eksekutif, anggaran tersebut diduga masuk dalam APBA saat proses pengesahan nya.

“Di Komisi V kami masih menemukan beberapa kegiatan yang masuk diluar proses penganggaran yang normal, saya menduga ini merupakan kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya karena berada diluar proses penganggaran antara DPRA dan Pemerintah Aceh sehingga imbasnya, dimana APBA yang harusnya dirasakan manfaatnya oleh Rakyat Aceh namun hanya menguntungkan segelintir pihak”. Lanjut Muslim

Muslim Syamsuddin berharap kepada Gubernur Aceh dalam sisa waktu ini dapat memerintahkan secara tegas kepada seluruh SKPA agar merealisasikan secepatnya anggaran yang saat ini dinilai masih begitu lambat, hal ini sangat penting karena program-program usulan dari masyarakat baik dari tingkat bawah hingga ke daerah dapat segera terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh Rakyat Aceh.

“Saya secara kelembagaan mendesak Gubernur Aceh untuk memerintahkan SKPA yang masih minim realisasi anggarannya dibawah 20 persen, karena banyak masyarakat Aceh yang menggantungkan hidupnya dari APBA tersebut sehingga setiap usulan masyarakat baik melalui DPRA maupun usulan dari Pemerintah Aceh harus segera di eksekusi.” Tegas Muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *