Peran Parlemen Diera Digital dan Milenial

Peran Parlemen Diera Digital dan Milenial

Fokusparlemen.id – Peran Parlemen Diera Digital dan Milenial Pengawasan DPR terhadap kerja pemerintah sangat penting, suara kritis wakil rakyat tentu dinanti, termasuk bagaimana mereka menilai efektivitas kerja pemerintah.
Persoalannya, kerja pengawasan parlemen terhadap pemerintah menjadi tantangan yang
tidak mudah, salah satunya jika melihat komposisi partai-partai politik pendukung pemerintah di parlemen saat ini yang memiliki jumlah kursi sebanyak 427, sementara jumlah kursi partai-partai politik yang memilih berada di luar pemerintahan hanya 148 kursi. Dengan komposisi seperti itu, suara parlemen cenderung senada terhadap suara atau kebijakan pemerintah.

Pada saat yang sama, jejak parlemen juga tidak lepas dari kritik publik. Berbagai kebijakan
DPR telah di kontrol dan di kritik oleh rakyat.Kini tuntutan dunia makin masif di Era Digital.

Peran Digital dalam berbagai sektor makin menggila. Karena hal di anggap penting maka, keberadaan e-Parlemen sangat penting dan berguna dalam mendukung kinerja parlemen. Adanya e-Parlemen bisa membuat DPR menjadi modern dan kinerjanya lebih akuntabel, serta tetap produktif.

Program digitalisasi ini sangat baik, e-Parlemen wajib hadir untuk meningkatkan akuntabilitas DPR RI. Ini demi menunjang efektivitas dan efisiensi kinerja parlemen Indonesia yang modern. Adanya penerapan e-Parlemen juga menunjang produktivitas DPR RI di berbagai
agenda rapat dan kita lihat dalam sidang-sidang di DPR RI kini dilakukan dengan sejumlah penyesuaian baru dan lebih mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi yang disiarkan langsung di laman resmi DPR. Walapun secara bertahap.

Sebagaimana terdapat di berbagai artikel, DPR RI akan menerapkan digitalisasi semua materi rapat dan persidangan. Hal ini akan memberi manfaat pada kecepatan dan keterbukaan informasi yang diakses anggota DPR RI, pemerintah dan mitra kerja, serta masyarakat.

Arahnya ke digitalisasi. Ada penghematan dan mengurangi penggunaan kertas, lebih
ramah lingkungan, dan lebih mendekatkan masyarakat dengan wakil-wakilnya.Kita berharap dengan e-Parlemen, semua bisa akses informasi tentang apa yang dibahas dan dikerjakan DPR RI, dan bisa langsung memberikan masukan. “Jadi semuanya bisa lebih akuntabel, bisa dipertanggungjawabkan.

Salah satu fungsi penting DPR pada era digitalisai ini dan adanya keberadaan e-Parlemen juga sangat penting untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan teknologi untuk peningkatan kinerja dan produktivitas.

Karena program semacam ini sekaligus mengedukasi masyarakat untuk tidak kaku kepada teknologi yang merupakan tuntutan zaman masa kini. Sebagai rakyat perlu kita memberikan apresiasi kepada DPR dan wajib mendukung program semacam ini. Terutama kaum milenial.

Selain itu pada tahun 2019 lalu, Sekjen DPR dan Badan Keahlian DPR RI menggelar acara politik
untuk generasi muda bertajuk Parlemen Remaja yang melibatkan ratusan pelajar tingkat SMA dan sederajat di Wisma DPR RI Bogor, Jawa Barat.

Acara ini bertujuan mencetak generasi muda yang peduli akan lingkungan serta membangun
kesadaran politik yang beretika dan santun. Sebagai wujud keikutsertaaan DPR dalam mengemban amanat menegakkan nilai demokrasi di kalangan kaum muda, DPR menggelar parlemen remaja.


Mengusung tema peduli lingkungan menjadi bagian dalam acara ini. Kegiatan ini telah
berlangsung selama lima belas kali melibatkan ratusan pelajar tingkat SMA dan sederajat dari
seluruh Indonesia. Salah satu Anggota DPR RI Dyah Roro Esti mengajak kalangan milenial
terlibat aktif dalam dunia politik untuk menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Kaum muda adalah kelompok yang berpikir dengan kritis dan penuh inspirasi, sehingga akan baik untuk membuat suatu perubahan,”.

Hal tersebut disampaikan Roro Esti dalam diskusi virtual Launch of the Westminster Foundation for Democracy (WFD) Environmental Democracy Initiative sebagai perwakilan dari anggota parlemen Indonesia. Acara ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Demokrasi Internasional.

Maka, diera digital ini kaum milenial di wajibkan memanfaatkan teknologi terutama untuk
belajar tentang politik dan mendalami berbagai kebijakan, kinerja serta uu yang di keluarkan oleh DPR lewat E – Parlemen sebagaimana di sampaikan diatas. Agar, kedepan kaum milenial tidak lagi alergi terhadap politik dan terpenting adalah terlibat dalam politik supaya proses regenerasi berjalan dengan baik.Terakhir perlu di harapkan kepada kaum milenial untuk memanfaatkan teknologi dengan melakukan kampanye politik, jangan sampai kampanye – kampanye politik dan panggung politik di isi terus oleh kaum tua. (*)

Penulis : Sri Agustina Nadeak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *