Peran Mahasiswa dalam kemajuan Bangsa

Peran Mahasiswa dalam kemajuan Bangsa

Oleh : An-an Hasanah

Kampus : STAI AL – Azhary Cianjur

FP I Bab pertama dari buku Tugas Cendikiawan Muslim karya Ali Syari’ati yaitu tentang Manusia dan Islam menjadi sebuah jawaban untuk membangun kesadaran diri bahwa manusia adalah makhluk dua dimensional yang didalamnya terdapat kutub kehanifan dan keburukan untuk menyeimbangkannya. Manusia yang tercipta dari dua unsur, yaitu Roh Tuhan (Transenden) dan Tanah (Imanen), maka dari itu semangat Tauhid adalah jawaban dari keseimbangan manusia dalam dua-dimensionalnya, keseimbangan untuk bebas memilih (free Will), untuk terjaga dalam kutub kehanifan sebagai bentuk imanen (Sifat Sosial)nya manusia yang terus berputar (secara dinamis) dalam lingkup amal sholeh di dalam Masyarakat Adil Makmur yang diridhai Allah SWT.

Kehidupan yang menjamin adanya kesejahteraan material (jasmani) dan kesejahteraan Spiritual (Rohani) yang seimbang adalah tujuan kehidupan manusia yang fitri. Amal shaleh (Kerja Kemanusiaan) yang dilandasi Keyakinan yang benar yang akan mengantarkan manusia pada terwujudnya kesejahteraan Rohani. Dalam amal kemanusiaan inilah manusia akan dapat kebahagiaan dan kehidupan yang sebaik-baiknya. Dan kehidupan yang adil dan makmur kita rumuskan sebagai bentuk kehidupan yang ideal secara sederhana.

Disadari atau tidak, pemuda memiliki peran penting dalam control sosial dan perkembangan sebuah negara. Peran dan fungsi pemuda begitu stategis dalam akselesari proses pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan ada yang mengatakan Baik dan buruknya suatu negara ditentukan oleh kualitas pemudanya. Karena generasi muda dalah pewaris sejati sebuah bangsa dan negara,dan masa depan negara berada ditangan pemuda, sebagaimana yang dikatakan Presiden Soekarno “Beri Aku sepuluh pemuda,maka akan kuguncangkan dunia” begitu besarnya peranan pemuda dimata soekarno.

Pemuda terutama Mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat dalam membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian yang tinggi serta memiliki semangat juang yang besar dalam mencapai mimpinya dan kehidupan berbangsa dan bernegaranya. Mahasiswa harus sadar bahwa ia memiliki fungsi sebagai Agen of change,Moral force dan sebagai Sosial Control kemudian fungsi tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sosialnya sesuai dengan perannya masing-masing,sehingga berguna bagi masyarakat.

Mahasiswa sebagai salahsatu kaum intelektual tidak hanya melakukan kritik dan kontrol sosial, tetapi juga melakukan dan menawarkan gagasan-gagasan baru untuk pembangunan dan merubah kondisi masyarakat dari kejumudan menjadi generasi kreatif yang bergerak maju kedepan. kaum intelektual (mahasiswa) tidak takut akan sebuah resiko dalam perjuangan, bahkan pengorbanan merupakan salah satu jalan yang harus dilalui.

Mahasiswa muslim harus memiliki akidah yang kuat dalam hidup beragama, karena akidah merupakan syarat mutlak yang harus dimilki seorang mahasiswa muslim. Sehingga dalam menjalankan fungsi dan perannya ia hanya berlandaskan pada kebenaran yang mutlak yaitu Al-qur’an dan As-sunah. Masa muda merupakan  masa produktif untuk berkarya, mahasiwa adalah bagian dari proses produktif pada masa muda. Maka sudah menjadi kewajiban setiap mahasiswa muslim meneladani kisah-kisah para Nabi dalam perjuangannya terutama pada kisah masa mudanya. Karena sebagaimana yang dikisahkan  dalam Al-qur’an dan diceritakan dalam Hadis Rasulullah SAW, sehingga indonesia dapat  mewujudkan generasi muslim yang cemerlang untuk Indonesia Emas 2045.

Indonesia pada 26 tahun mendatang memasuki usia 100 yaitu tepat pada tahun 2045. Pada tahun 2045 disebut-sebut sebagai jendela demografi (window of demoghraphy)  yakni fase dimana jumlah usia produktif (usia 15-64 tahun) lebih besar dibanding jumlah penduduk yang tidak produktif (di bawah 14 tahun atau di atas 65 tahun).

Dalam menyongsong Generasi Emas 2045, jendela demografi (window of demoghraphy) harus disikapi dengan baik sejak dini. Karena jika tidak dipersiapkan dari sekarang dikhawatirkan justru menjadi kutukan demografi yang akan menghasilkan pengangguran massal dan menjadi beban negara, manakala negara tidak melakukan investasi sumberdaya manusia (human capital investment). Karena Jendela demografi dapat menjadi bonus demografi apabila profil penduduk Indonesia berkualitas,terutama pemuda. Pada 26 mendatang pemuda yang sekarang duduk dibangku sekolah akan menjadi garda terdepan dalam perkembangan bangsa ini,baik sebagai pemangku jabatan atau bukan. Oleh karena itu mahasiswa harus ikut andil dalam menaikkan nilai sumber daya manusianya sehingga dapat menghasilakan generasi masa depan Indonesia yang berkualitas dan menjadi kader terbaik yang mengabdikan diri dalam mewujudkan masyarakat adil makmur.

Namun seperti yang kita ketahui saat ini degradasi kemoralan yang dialami bangsa Indonesia sudah menyerang para pemuda. Kenakalan remaja merupakan sebuah contoh degradasi kemoralan yang dialami pemuda. Moralitas merupakan hal pokok yang harus di tanamkan dalam setiap individu karena penyimpangan moral memberikan dampak kerusakan pada norma-norma kebaikan. Maka perlu diperkuatnya pendidikan moral dan karakter sebagai solusi dalam memperbaiki persoalan moral. Tentusaja harus ada kerjasama antara Lembaga keluarga,Lembaga Pendidikan dan lingkungan Masyarakat dalam memperkokoh pendidikan moral dan karakter tersebut. Ada tiga komponen karakter utama yang harus ditanamkan pada generasi bangsa, yaitu moral knowing (pengetahuan moral), moral feeling (persaan moral) dan moral action (perbuatan moral).

Indonesia emas 2045 diartikan sebagai negara yang cerdas,makmur, modern dan berkarakter. Dan mahasiswa memiliki beberapa peran, yaitu peran mengembangkan kualitas diri dalam bidang keilmuan untuk memikul tanggung jawab intelektualnya. Sebagai dinamisator perubahan sosial masyarakat dan mampuh menciptakan inofasi-inofasi baru untuk  prkembangan yang lebih baik. Mengabdikan diri dan selalu hadir atas kepentingan bersama bukan atas satu golongan, dan bergerak melalui kajian yang mendalam. Merupakan penggagas dan pejuang kebenaran yang berlandaskan Syaria’at Islam dalam setiap tindakannya, sehingga menjadi teladan baik bagi generasi-generasi yang lebih muda. Dan control terhadap perubahan sosial yang sedang berlangsung dan memiliki rsatanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur hingga tercapainya Ridha Allah SWT. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *