Puluhan TKA Cina Kembali Tiba di Nagan Raya, Benarkah Aceh Lokasi Pangkalan Militer ?

Puluhan TKA Cina Kembali Tiba di Nagan Raya, Benarkah Aceh Lokasi Pangkalan Militer ?

Puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China meninggalkan pesawat seusai mendarat di Bandar Udara Cut Nyak Dhien Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Jumat (11/9/2020). (Foto : Republika.co.id/Istimewa)

Sukamakmur, Fokusparlemen.id – Tim gugus tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya memeriksa suhu tubuh Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina saat tiba di Bandar Udara Cut Nyak Dhien Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Jumat (11/9/2020).

[ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas]

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nagan Raya, sebanyak 41 orang TKA asal China yang telah melengkapi izin resmi dari Pemerintah tiba di Kabupaten setempat untuk bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) daerah Aceh menerima kabar bahwa sebanyak 44 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina akan kembali tiba di Aceh pada Jumat, 11 September 2020 lusa.

“Informasi terbaru 44 orang TKA Cina akan kembali landing di Aceh pada 11 September 2020 mendatang, mereka bakal masuk ke Nagan Raya,” kata Sekretaris KSPI Aceh, Habibi Inseun dalam keterangannya kepada Ajnn, Rabu malam (9/9).

Habibi menyampaikan, informasi kedatangan 44 TKA Cina itu diterima pihaknya setelah melakukan pertemuan informal dengan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh.

Dimana, kata Habibi, Disnakermobduk Aceh baru saja menerima surat dari Disnaker Nagan Raya tentang permohonan untuk menurunkan tim pengawas tenaga kerja pada 11 September 2020 nanti untuk memeriksa kelengkapan dokumen 44 TKA Cina yang akan masuk dan bekerja di PLTU 3-4 Nagan Raya.

Habibi menuturkan, hasil rapat Forkopimda Nagan Raya terkait 39 TKA yang telah masuk dan bermasalah sebelumnya agar disiapkan tenaga pendamping dari lokal.

Benarkah Nagan Raya Aceh target Lokasi Pangkalan Militer Cina.?

“Kadisnaker provinsi sendiri terkejut karena PT Meulaboh Power Generation (PT MPG) belum menyampaikan apapun terkait rencana penggunaan dan kehadiran TKA tersebut,” ujarnya.

Habibi mengaku sudah menghubungi Kadisnaker Nagan Raya Rahmatullah, dan ia sudah membenarkan bahwa 44 TKA Cina akan datang ke kabupaten tersebut sebagaimana kabar dari agen yang membawa pekerja Cina itu untuk bekerja di PT MPG.

Pengamat Asia Tenggara, Muhammad Ichsan berpandangan bahwa hal ini muncul prasangka liar bahwa Aceh menjadi target semi pangkalan militer ujung barat Indonesia. ” hampir dipastikan titik lokasi Nagan Raya sesuai dan pas menjadi basis informan – informan pekerja terlatih asal Cina di Asia Tenggara selain di Konawe, Sultra ” Jelasnya.

Biasanya laporan tahunan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) tentang Kekuatan Militer China tidak menarik perhatian pejabat dan publik Indonesia. Tapi, laporan Pentagon kepada Kongres AS tahun 2020 yang dirilis awal September berbeda dampaknya. Detikcom menaikkan berita berjudul Pentagon Sebut China Pertimbangkan Indonesia Jadi Lokasi Fasilitas Militer pada 2 September.

Kehebohan muncul karena Dephan AS menulis “melampaui pangkalannya di Djibouti, Republik Rakyat China besar kemungkinan segera mempertimbangkan dan merencanakan penambahan fasilitas logistik militer di luar negeri untuk mendukung kekuatan laut, udara dan darat. RRC kelihatannya telah mempertimbangkan lokasi untuk fasilitas logistik militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Pakistan, Sri Lanka, Uni Emirat Arab, Kenya, Seychelles, Tanzania, Angola dan Tajikistan.” (Ringkasan Eksekutif hal. dilansir dari detik.com, (12/9)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *