Kebijakan PSBB Total di DKI Jakarta Membuat Pasar Saham Anjlok, DPR RI: Evaluasi Auto Rejection

Kebijakan PSBB Total di DKI Jakarta Membuat Pasar Saham Anjlok, DPR RI: Evaluasi Auto Rejection

Jakarta, Fokusparlemen.id – Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Said Abdullah menyoroti, dampak penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di DKI Jakarta.

Penerapan PSBB oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini turut berpengaruh terhadap pasar keuangan domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis 10 September 2020 anjlok hingga 5 persen.

Bursa Efek Indonesia (BEI) pun sempat memberlakukan pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt).

“Saya mendukung langkah otoritas di bursa dengan menghentikan sementara (trading halt) sebagai respons panic selling para trader di pasar bursa,” kata Said, pada Jumat 11 September 2020 dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam RRI.

Ia juga meminta, otoritas BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat evaluasi atas kebijakan auto rejection di bawah minus 7 persen.

Di mana kebijakan ini akan diberlakukan oleh BEI apabila terjadi reaksi berlebihan oleh para pelaku di pasar saham.

Auto rejection adalah penolakan secara otomatis oleh sistem perdagangan efek yang berlaku di bursa terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli efek bersifat ekuitas yang melampaui batasan harga atau jumlah yang ditetapkan oleh BEI.

“Saya meminta OJK melakukan pengawasan ketat, terutama terhadap saham-saham korporasi besar yang kemungkinan mengalami insolvent yang berdampak pada kelangsungan usaha mereka di sektor riil. Termasuk melakukan berbagai mitigasi dengan melakukan stress test pasar saham kita dengan skenario bila PSBB dijalankan di beberapa provinsi,” paparnya.

Selain itu Said juga berharap Bank Indonesia (BI) tetap menjaga kewaspadaan untuk menjaga stabilitas kurs dan inflasi serta tetap mendukung stabilitas di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebagai basis utama pembiayaan APBN.

Lebih jauh Said mengharapkan, pemerintah memberikan pernyataan kepada publik guna memberikan kepastian kebijakan dan rencana-rencana ke depan, terutama kebijakan pusat dan daerah dalam penanganan Covid-19, serta capaian program Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Saya berharap Bapak Erik Thohir, selaku Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Program PEN yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan ke publik agar masyarakat dan pelaku pasar bisa tenang,” tandasnya.**

Sumber : Mantrasukabumi, Pikiran – Rakyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *