DPD RI DUKUNG SINERGITAS SISTEM KEAMANAN LAUT

DPD RI DUKUNG SINERGITAS SISTEM KEAMANAN LAUT

Fokusparlemen, Jakarta – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mendukung penguatan kelembagaan Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai upaya meningkatkan sistem keamanan laut nasional. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono dalam kegiatan executive brief dengan tema “Penguatan Peran Bakamla sebagai Upaya Sinergitas Pengelolaan dan Pengamanan Sumberdaya Kelautan” di Ruang Rapat Pimpinan DPD RI, Gedung Nusantara II Lt. 8, Kamis (2/7/20).

Executive Brief dihadiri oleh Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Aan Kurnia, Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksda TNI Didik Setiyono, Kasal tahun 2002-2005 Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh dan Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Arie Afriansyah.

Nono menjelaskan pengelolaan dan pengamanan sumber daya kelautan saat ini masih belum sesuai harapan. Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan kredibel mengenai hal apa saja yang mendasari perlunya dilakukan sinergitas regulasi dan kelembagaan dalam pengelolaan dan pengamanan sumber saya kelautan.

“Pengelolaan dan pengamanan belum ditopang dengan sistem koordinasi yang baik. Perlu diperkuat agar bisa menjaga kedaulatan wilayah perairan laut Indonesia tanpa adanya risiko tumpang tindih kewenangan,” ujar Nono.

Sementara itu Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksdya TNI Aan Kurnia menjelaskan tata kelola keamanan laut yang ideal adalah melalui penyederhanaan peraturan. Menurutnya, tata kelola keamanan laut tersebut perlu dikelola dalam satu pintu. Dengan demikian, akan tercipta sistem kewaspadaan maritim.

“Dapat dilihat dari adanya tumpang tindih kewenangan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia, yang dampaknya cukup dirasakan oleh pelaku ekonomi. Seperti pemeriksaan para pelaku ekonomi. Menurut dia, para pelaku ekonomi sering diperiksa oleh aparat yang berbeda untuk obyek hukum yang sama. Ini berimplikasi pada peningkatan biaya logistik, ” tambahnya. (**/rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *