Dyah Roro Esti: New Normal Bukan Berarti Back To Normal

Dyah Roro Esti: New Normal Bukan Berarti Back To Normal

FOKUSPARLEMEN.ID, JAKARTA – Pandemi covid-19 di dunia telah membawa banyak sekali merubah pola aktivitas seluruh masyarakat dunia. Tim medis terus bekerja di lini terdepan dalam menangani kasus covid yang terus bertambah, sementara para ilmuan dan researcher juga tidak berhenti melakukan riset dalam menemukan vaksin covid-19 secepatnya. Seluruh dunia merasakan dampaknya, tidak terkecuali di Indonesia.

Lembaga Biologi Molekuler atau LBM Eijkman sempat menyatakan bahwa, virus corona tidak akan hilang dari muka bumi dalam waktu yang lama. Sementara penghentian sejumlah aktifitas fisik masyarakat tidak mungkin dihentikan berbanding lurus dengan lamanya virus corona ini.

Presiden Jokowi telah meminta seluruh jajarannya mempelajari kondisi lapangan untuk mempersiapkan tatanan normal yang baru di tengah pandemi COVID-19. Saat ini sudah ada 4 provinsi serta 25 kabupaten/kota yang tengah bersiap menuju new normal.

Perihal new normal ini juga menjadi perhatian anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dyah Roro Esti. “Adapun new normal adalah salah satu langkah percepatan penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi,” ujarnya Melalui rilis yang diterima Fokusparlemen.id, Rabu (10/6/2020) siang.

Politisi muda Partai Golkar ini mendukung langkah Presiden Jokowi terkait pelaksanaan new normal ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

Roro Esti mengatakan, bahwa langkah yang dilakukan Jokowi ini sejalan dengan yang dilakukan WHO yang juga tengah mengkaji dan menyiapkan pedoman transisi menuju new normal selama pandemi COVID-19. Kajian ini dengan mempertimbangkan kemampuan negara dalam mengendalikan penularan COVID-19 berdasarkan data sebelum menerapkan new normal. Indonesia menerapkan pedoman protokol yang sama untuk skala daerah. Penerapan new normal nantinya bersamaan dengan pendisiplinan protokol kesehatan yang dikawal jajaran Polri dan TNI. Selanjutnya, tatanan normal yang baru akan diperluas jika dinilai efektif.

Srikandi Partai Golkar ini melihat new normal atau kenormalan baru di Indonesia bukan berarti back to normal. Menurutnya, tingkat keberhasilan penerapan cara hidup baru ini bergantung pada kedisiplinan masyarakat. Dirinya pun mewanti-wanti agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena pandemi covid-19 ini masih belum berakhir.

“Sementara itu, kasus harian covid-19 di Indonesia per 9 Juni 2020 telah menembus angka 1.043 kasus, dimana ini adalah rekor kasus harian tertinggi di Indonesia. Melihat kenyataan ini, Dyah Roro Esti memandang bahwa new normal atau kenormalan baru di Indonesia bukan berarti back to normal. Tingkat keberhasilan penerapan new normal, yang merupakan cara hidup baru ini, tergantung daripada kedisiplinan masyarakat. Hal yang dikhawatirkan adalah rasa nyaman “palsu” yang sebetulnya membahayakan. Maka saya ingin menghimbau agar masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan yaitu, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, sering cuci tangan dan jaga jarak. Ingat bahwa pandemi covid-19 belum berakhir,” demikian penjelasan Roro Esti. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *